Cerita Perempuan Raih Kesempatan Bisnis dari WFH, Jual Santapan Beku

frozen food Hai ibu- ibu siapa yang telah kebimbangan mempersiapkan santapan buat suami serta anak yang lagi WFH ataupun sekolah online? Salah satu pemecahan instan untuk para bunda rumah tangga dalam mempersiapkan santapan buat keluarga di masa pandemi Corona ini merupakan membeli santapan separuh matang ataupun siap saji yang dikemas serta dibekukan buat diolah kembali.

Frozen food ataupun santapan beku siap saji dapat bertahan lama sehingga dikira instan di masa WFH( work from home ataupun bekerja dari rumah) ini. Santapan beku siap saji yang tinggal dipanaskan ataupun digoreng ini pula bermacam- macam mulai dari menu buat makan pagi, makan siang, malam serta kemilan.

Kesempatan bisnis santapan beku di masa WFH cocok anjuran pemerintah buat#dirumahaja ini lah yang dilirik perempuan bernama Hani Hizboel, penjual frozen food yang tinggal di wilayah Jakarta Timur. Saat sebelum bisnis santapan beku, Hani menjual salad buat serta lauk matang.

” Semenjak pandemi Corona dini Februari 2020 ini sesungguhnya telah banyak customer yang request buat menjual santapan tidak hanya salad buah serta lauk matang( Cakalang serta Cumi), tetapi belum pernah. Nah sejak Corona, terus menjadi banyak banget permintaan yang masuk dari customer buat menjual aneka frozen food serta kesimpulannya aku memutuskan buat menjualnya,” kata Hani dikala diwawancara.

Perempuan 31 tahun bergeser menjual frozen food sebab banyaknya permintaan dari pelanggannya. Santapan beku yang dijualnya di antara lain cireng, siomai, dimsum, nugget serta masih banyak lagi. Makanan- makanan itu dijualnya dengan harga terjangkau supaya dagangannya kilat terjual.

” Harga frozen food yang saya jual di dasar Rp 50. 000 serta salad buah terdapat sebagian opsi harga Rp 12. 500- 65. 000 serta yang istimewa request pula terdapat,” jelasnya.

Berbisnis sembari mengurus 3 anaknya, Hani memasarkan santapan bekunya cuma lewat pemesanan di aplikasi ojek online. Ia tidak memakai jasa pengiriman lain supaya santapan senantiasa utuh serta nyaman.

” Kami saat ini buat pemasarannya fokus ke GrabFood serta GoFood, meski kami pula memiliki [email protected] buat pesanan salad buah. Buat promosi saya share produk pula lewat Whats App serta Facebook supaya menarik atensi pembeli. Di Shopee terdapat sebagian resellerku pula jual di sana,” ucap Hani.

Sejak terus menjadi banyak orang WFH ataupun bekerja dari rumah, Hani mengaku omsetnya penjualan makan bekunya meningkat.” Omset satu hari dapat di atas Rp 3 juta. Menurutku, mungkin besar warga perlu stok santapan di rumah yang instan diolah sebab pandemi Corona ini kan warga tidak boleh keluar rumah,” ucapnya lagi.

Bagaikan penjual santapan beku, Hani mengaku senantiasa melindungi kebersihan dari produk yang dijualnya serta memerhatikan keamanan dirinya di masa pandemi Corona ini. Umumnya sehabis distributor mengirimkan produk santapan beku padanya, kardus- kardusnya diletakkan dahulu olehnya di luar rumah.

” Benda ditaruh di teras rumah kemudian kami semprot dahulu kardus- kardusnya baru kami buka aneka frozen foodnya serta satu- satu saya sortir, bilas, baru dimasukkan ke freezer. Kemudian buat mekanisme pengantaran benda ke customer, saya memohon para ojek online buat mengambil order lewat jendela spesial jadi senantiasa jaga jarak serta disediakan hand sanitizer,” jelas perempuan lulusan IISIP, Jakarta itu.